Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Puskesmas Sedayu I dengan Pemerintah Kalurahan Argomulyo

Ricky 19 Januari 2026 09:54:57 WIB

Di tengah tantangan kesehatan masyarakat yang masih membayangi, Puskesmas Sedayu I bersama Pemerintah Kalurahan Argomulyo menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada Kamis (15/1/2026). Pertemuan yang berlangsung di Resto Mbok Thing Thing, Sentolo, Kulon Progo ini menjadi ruang krusial untuk memetakan solusi atas berbagai masalah kesehatan sekaligus merespons dinamika kebijakan anggaran tahun 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Sedayu I, dr. Seta Nurhayati Mularum, M.Sc. Turut hadir dalam forum tersebut Lurah Argomulyo Bambang Sarwono, S.Si., Apt., Ketua Bamuskal Sugengono, Ketua TP PKK Argomulyo Susi Astanti, serta jajaran perangkat kalurahan dan perwakilan kader kesehatan dari seluruh padukuhan di wilayah Argomulyo.

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa Argomulyo masih menghadapi tantangan serius. Pada tahun 2025, tercatat masih adanya kasus kematian ibu melahirkan, sebuah indikator kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah. Selain itu, penyakit menular dan berbasis lingkungan seperti Leptospirosis, Tuberkulosis (TBC), dan Demam Berdarah Dengue (DBD) masih ditemukan di tengah masyarakat.

"Tujuan kita adalah menekan angka-angka ini. Jika menghilangkan kasus secara total mungkin mustahil dalam waktu dekat, maka langkah paling realistis adalah pengendalian agar angka kasus tidak melonjak tajam," ujar dr. Seta Nurhayati dalam arahannya.

 

Bayang-bayang Pemangkasan Dana Desa

Selain isu kesehatan, forum ini juga diwarnai dengan pembahasan mengenai isu fiskal di tingkat kalurahan. Lurah Argomulyo, Bambang Sarwono, mengungkapkan adanya potensi pengurangan Anggaran Dana Desa (ADD) yang cukup signifikan untuk tahun berjalan.

"Kami mendapatkan informasi adanya pengurangan anggaran dengan nominal yang cukup fantastis. Jika biasanya Dana Desa mencapai Rp 1,5 miliar, diproyeksikan bisa terpangkas hingga anggaran berhenti di angka Rp 300 jutaan," jelas Bambang.

Meski masih menunggu kepastian melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, Bambang menegaskan pentingnya langkah antisipasi terhadap perubahan kebijakan di awal Januari 2026 ini. Menurutnya, efisiensi dan skala prioritas menjadi kunci agar program kesehatan masyarakat tidak terhenti meski dukungan anggaran menyusut.

 

 

Sebagai langkah konkret, musyawarah dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam yang dibagi ke dalam lima kluster atau kelompok kerja. Setiap kelompok diminta membedah problem spesifik dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif.

Para peserta, yang terdiri dari kader dan penggerak kesehatan, tampak antusias memaparkan hasil diskusi mereka. Sinergi lintas sektor, terutama antara Pemerintah Kalurahan Argomulyo dan Puskesmas Sedayu I melalui forum Forkopimcam, disepakati sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan kesehatan warga.

Melalui MMD ini, diharapkan hubungan antarinstansi semakin solid. Fokus utamanya tetap satu: memastikan warga Argomulyo tetap sehat dan sejahtera di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

 

Kontributor by : Ulu-Ulu Argomulyo

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License